Pendidikan di dalam keluarga
sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan belajar anak. Meskipun
anak sudah mendapatkan pendidikan di luar rumah, baik di sekolah maupun di masyarakat,
namun keluargalah yang memiliki peran terpenting. Keluarga
juga berhak menentukan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Dari sekian
banyak pendidikan yang diterapkan oleh
orangtua, masih ada cara mendidik mereka yang keliru.
Pendidikan otoriter yaitu
pendidikan atau cara mendidik anak dengan terlalu memanjakan anak dan terlalu
memberi cacian dan makian kepada anak. Banyak yang menyebutkan pendidikan
tersebut sangat keliru. Diantara mereka
menyatakan bahwa dengan menerapkan pendidikan yang otoriter akan membuat anak
terlalu manja dan menjadi keras kepala, sehingga dalam proses belajar mengajar
di sekolah pun mengalami sedikit keterhambatan. Pasalnya, dengan terlalu
memanjakan anak, dalam belajar anak tidak mau berpikir keras dan mudah putus
asa bahkan yang lebih parah lagi anak hanya mengandalkan bantuan teman,
orangtua, atau guru mereka. Sedangkan dengan terlalu keras terhadap anak,
mereka cenderung menjadi pembangkang dan seenaknya sendiri.
Mereka mengatakan untuk
proses dan hasil belajarnya tidak semua seperti itu, sebagian ada yang baik dan
ada yang buruk. Akan tetapi, anak-anak cenderung mau melakukan sesuatu hal
apabila mereka sudah disuruh berkali-kali dan setelah mendapatkan cacian dan
makian, termasuk belajar.
Beberapa orang tua yang
menerapkan pendidikan otoriter bagi anaknya mengatakan bahwa mereka melakukan
itu karena rasa sayang mereka kepada anaknya. Ada juga yang memberi alasan
karena mereka anak tunggal, kasihan kepada anaknya jika mereka terlalu keras
mendidiknya, dan ada juga yang mengatakan agar anak mereka kapok dan
menjadi penurut. Meskipun mereka tahu bahwa ada perilaku anak mereka yang tidak
diharapkan juga pendidikan yang mereka terapkan dapat menghambat belajar anak
dan itu pun juga terjadi terhadap anak-anak mereka.
Sebenarnya, untuk menjadikan
anak lebih mandiri dan sukses dalam belajar, orangtua perlu memberikan
kebebasan dan kesempatan kepada anak untuk meraih maupun menentukan apa yang
diinginkannya. Hal itu dapat dilakukan dengan tidak terlalu memanjakan anaknya
dan tidak terlalu memberikan kekerasan yang diarahkan kepada anak. Orangtua
hanya bertugas untuk membimbing, mengajarkan, mendidik, dan melatih anak dengan
sewajarnya, sehingga dapat memberikan peluang bagi anak untuk berusaha dan
berpikir untuk melakukannya sendiri, apa yang baik dan apa yang buruk untuknya.
by, Nurul Faridah
