Kamis, 05 Maret 2015

Pengaruh Pendidikan yang Otoriter Terhadap Belajar Anak

Pendidikan di dalam keluarga sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan belajar anak. Meskipun anak sudah mendapatkan pendidikan di luar rumah, baik di sekolah maupun di masyarakat, namun keluargalah yang memiliki peran terpenting. Keluarga juga berhak menentukan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Dari sekian banyak pendidikan yang diterapkan oleh  orangtua, masih ada cara mendidik mereka yang keliru.

Pendidikan otoriter yaitu pendidikan atau cara mendidik anak dengan terlalu memanjakan anak dan terlalu memberi cacian dan makian kepada anak. Banyak yang menyebutkan pendidikan tersebut  sangat keliru. Diantara mereka menyatakan bahwa dengan menerapkan pendidikan yang otoriter akan membuat anak terlalu manja dan menjadi keras kepala, sehingga dalam proses belajar mengajar di sekolah pun mengalami sedikit keterhambatan. Pasalnya, dengan terlalu memanjakan anak, dalam belajar anak tidak mau berpikir keras dan mudah putus asa bahkan yang lebih parah lagi anak hanya mengandalkan bantuan teman, orangtua, atau guru mereka. Sedangkan dengan terlalu keras terhadap anak, mereka cenderung menjadi pembangkang dan seenaknya sendiri.

Mereka mengatakan untuk proses dan hasil belajarnya tidak semua seperti itu, sebagian ada yang baik dan ada yang buruk. Akan tetapi, anak-anak cenderung mau melakukan sesuatu hal apabila mereka sudah disuruh berkali-kali dan setelah mendapatkan cacian dan makian, termasuk belajar.

Beberapa orang tua yang menerapkan pendidikan otoriter bagi anaknya mengatakan bahwa mereka melakukan itu karena rasa sayang mereka kepada anaknya. Ada juga yang memberi alasan karena mereka anak tunggal, kasihan kepada anaknya jika mereka terlalu keras mendidiknya, dan ada juga yang mengatakan agar anak mereka kapok dan menjadi penurut. Meskipun mereka tahu bahwa ada perilaku anak mereka yang tidak diharapkan juga pendidikan yang mereka terapkan dapat menghambat belajar anak dan itu pun juga terjadi terhadap anak-anak mereka.

Sebenarnya, untuk menjadikan anak lebih mandiri dan sukses dalam belajar, orangtua perlu memberikan kebebasan dan kesempatan kepada anak untuk meraih maupun menentukan apa yang diinginkannya. Hal itu dapat dilakukan dengan tidak terlalu memanjakan anaknya dan tidak terlalu memberikan kekerasan yang diarahkan kepada anak. Orangtua hanya bertugas untuk membimbing, mengajarkan, mendidik, dan melatih anak dengan sewajarnya, sehingga dapat memberikan peluang bagi anak untuk berusaha dan berpikir untuk melakukannya sendiri, apa yang baik dan apa yang buruk untuknya.


by, Nurul Faridah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar