Di abad yang ke 21 ini kemajuan teknologi namapaknya semakin canggih.
Khususnya teknologi dalam dunia komunkikasi. Dari tahun ke tahun kemajuan alat
komuinikasi seperti telepon genggam semakin mengalamai perubahan kearah yang
lebih baik. Fitur-fitur yang ada di telepon gengam ini semakin bertambah.
Dengan adanya pertambahan fitur dalam telepon gemgam ini semakin banyak fungsi
dari pada kegunaan telepon gemgam itu sendiri. Sehingga telepon gemgam saat ini
tidak hanya digunakan untuk menelfon dan mengirim pesan singkat atau yanga
sering kita sebut sent message service (SMS), namun lebih dari itu bisa
sebagai alat pencari informasi yang ada di dunia ini, alat dokumentasi data
yang kita miliki,media sosial yang lebih luas jangkauannya dan masih banyak
lagi.
Dengan adanya kemajuan tegnologi
komunikasi khususnya telepon genggam ini, sayangnya kurang dimanfaatkan oleh
pengguna. Mereka kebanyakan hanya mencari kepuasan diri tanpa mementingkan
kebutuhan yang seharusnya dia dapatkan dari pemanfaatan telepon genggamnya.
Seperti yang sudah dibahas dalam paragraf pertama bahwasaannya telepon genggam
mengalami penambahan fitur khususnya di media sosial. Para pengguna telepon
gengam ini mengalihkan fungsi dari yang seharusnya sebagai alat komunikasi menjadi
media narsisme yang di publikasikan ke media sosial seperti face book,
twitter, instagram dan media sosial lainnya.
Ajang narsisme di media sosial sepertinya
sudah menjadi life style jaman sekarang. Tak mengherankan jika kita
menemukan seseorang yang sedang memoto dirinya sendiri yang sering kita sebut selfi
di tempat umum, seperti acara penting contohnya upacara kenegaraan atau upaca
pernikahan. Karena selfi memang sudan tren di kalangan anak kecil hingga
orang dewasa. Kebanyakan orang jaman sekarang lebih mengedepankan kepuasan
diri. Jika foto dirinya sudah terpampang di media sosial kemudian banyak orang
yang melihatnya, maka dirinya akan merasa bangga.
Kasus kematian akibat selfie selama ini telah
kita jumpai di berbagai belahan dunia. Hal ini menunjukan bahwa selfie
merupakan kebutuhan khusus yang harus di lakukan oleh manusia jaman sekarang. Mereka
mengesampingkan keselamatan jiwanya dari pada meninggalkan moment yang dia
anggap penting yang di abadikan dalam bentuk foto. Mereka akan merasa tidak
puas jika pengalaman hidup saat itu terlewatkan tanpa berfoto. Seperti kasusnya
Eri Yunanto (21) mahasiswa Universitas Atma Jaya
Yogyakarta ini terpeleset ke Kawah Merapi ketika ber-selfie-ria. Eri terpeleset
dan jatuh pada sabtu siang, 16 Mei 2015. Eri meninggal karena terjatuh dari tebing merapi
hingga masuk ke bibir kawah pada saat dirinya ingin mengambil gambar dirinya. Kasus
serupa juga di alami oleh sekelompok
remaja di California yang di ambil di
situs Liputan6.com, mereka mengalami nasib yang naas saat melakukan perjalanan dengan sebuah
mobil. Dari Liputan 6
yang yelansir laman Autoevolution,
Jumat (22/5/2015) sekelompok remaja ini melakukan selfie dengan menggunakan
tongsis ketika mobil sedang melaju. Diduga para remaja ini mengisi waktu
perjalanannya dengan bernyanyi bersama di dalam mobil tersebut. Saking asiknya bernyanyi membuat si pengemudi tidak fokus
ketika berkendara. Bahkan, ia tidak sadar jika salah satu ban mobilnya pecah
saat melaju pada kecepatan 113 km/jam.Mobil pun mengalami hilang kendali hingga
akhirnya terguling. Namun begitu, si pengemudi masih sempat memindahkan
gigi ketika mobil dalam posisi terbalik. Ini membuktikan bahwasaannya selfi itu lebih
penting dari pengalaman hidup yang mereka dapatkan.
Sebenarnya mereka yang berani menaruhkan
hidupnya hanya untuk selfi adalah
mereka yang ingin mengambil pemandangan indah yang mungkin orang lain sulit
untuk mendapatkan seting tersebut. Mereka tidak sadar bahwa tempat yang dia
abadikan dalam gambar itu sangat berbahaya. Karena keinginan yang kuat untuk
mendapatkan foto dirinya dalam lokasi yang berbahaya membuat dirinya tidak memperhatikan
keslamatan dirinya.
Dari kasus kematian yang diakibatkan dengan adanya selfi
seharusnya pengguna telepon genggam atau gadged lain yang bisa di gunakan untuk
mengambil gambar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya
mengedepankan gaya hidup saja apa bila nyawa menjadi taruhanya. Gunakan telepon
genggam itu dengan bijak. Karena sebenarnya, telepon genggam itu mempunyai
manfaat yang besar, yaitu mempermudahkan kita dalam berkomunikasi dengan orang
lain juga untuk mempermudah pencarian info yang ingin kita dapatkan. Dan jangan
gunakan telefon genggam yang sudah canggih itu mengantarkanmu ke kematian yang
tragis, seperti kasus-kasus yang sudah ada saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar